Jumat, 21 Juni 2019

Nyanyi Cinta

Nyanyi Cinta
hak: Anuttama Galang

Aku, dek ada uang lima puluh ribu
Ini buat makan seminggu kedapan bisa?
Kamu atur yah

Adek, bisa mas itu buat seminggu
Belanja di pasar besar
Harga lebih murah
Adek yang atur

Aku dan batinku,
Aku punya seminggu untuk berpura-pura punya uang

Surabaya, 22 Juni 2019

Senin, 17 Juni 2019

Apalagi

Apalagi
hak: Anuttama Galang

Aku pulang jam 3 pagi
Dari sore belum makan
Di kulkas ada bakwan
Dingin
Sisa dua hari lalu
Aku makan
Ku dorong banyak air minum

Surabaya, 18 Juni 2019

Bilang

Bilang
hak: Anuttama Galang

Manusia dibedakan pada hujan
Dia yang menepi
Dia yang berbasah

Aku menghitung
jumlah rintik
dan orangnya

Surabaya, 18 Juni 2019

Selasa, 15 November 2016

Lalalalalalalalatch pengennya. Ku

Derap saja
Desir pun
Deras pada nya
Debar pada yang kurasa
Lambai tangan
Bahkan selimut
Dingin pada selendangnya
Lari saja. Lari
Disana
Pada cahaya
Benderang memang
Aku menunduk
Tunduk. Dan lari
Menjauh. Jauh
Dan semua salah
Salah
Sore tadi
Siang setelahnya
Duduk saja. Tepian
Dan kopi. Rokok
Bising. Riak. Riuh
Dan aku. Anjing
Pada penari
Dan. Kini pagi
Berputar menari
Pada selimut. Selimut
Dan tajam mata
Mata. Aku. Dan alam katanya
Katanya. Alam berkata
Alamnya beda. Beda
Pada alamku menari. Bukan
Bukan alamnya
Alam kami. Kita
Tanpa pada nya
Dan aku sendiri
Akhirnya
Sembah saja. Sujud saja
Biasa. Buntu. Terbiasa
Dan pada sujud dan sembahku
Telah menari. Pada dirinya
Dirinya dan semua alamnya
Alam kita. Bukan nya
Alam. Benci. Saja
Karna mata hari
Tak kuasa berdiri
Tangis. Tak kuat. Aku

Hay kalian orang berfirman. Bertunjuk. Berarah pada arah. Kini kemarilah. Tanganku tak kuat menari. Kaki makin lentik. Lentik sekali. Gunakan firmanmu. Dan gendong aku. Agar aku menari padamu. Pada dia. Pada semu. Terutama padaku

Rabu, 01 Juni 2016

Ah..

Ah..

kapan hari aku ketemu cicak
kapan waktu aku ketemu batang pohon
kapan sore aku diam dabalik bantal
kapan - kapan aku berterima pada hal

banyak yang bercita menjadi Ali
yang merengkuh cinta dengan Fatimah
tapi cintaku Seperti Talha
talha mencintai Aisyah
istri Muhammad

dalam malam saja kumeloncat
yah, meloncat pada pohon itu
dan tersenyum pada diri sendiri
bulan rupanya masi jauh

tapi cintaku seperti Talha
yang merengkuh untanya
dan menangis diperjalanan
cintanya ke Aisyah
istri Muhammad

lamunan pada tidur
tak sungguh aku dapat tidur
aku hanya melamun
sembari berharap lekas tidur
ada yang menari
menari dalam benak
tapi sangat jauh

tapi cintaku seperti Talha
cinta yang dipersalahkan
mencintai yang bukan semestinya
hanya memohon ampunan Allah
Cinta Talha pada Aisyah
istri Muhammad

bahkan kini aku hanya bisa menulis
menulis apapun
untuk klimaks batinia hati
cintaku seperti Talha
untukmu Ria

Kamis, 09 April 2015



Temanku Kini. Nanti
(hak: anuttama)

Hal hal hal perihal dari hal
Masih saja dan masih
Berganti tapi tetap saja berperihal
Benar dan sangat begitu benaar tapi susah dipungkiri

Menginjak massa baru
Bukan menghapus cerita lama
Yang dulu sangat tangguh bersamaku
Yang baru buatku tangguh bersamanya
Mereka berada diantaraku. Dan,
aku diantara mereka
Masih bergulat dalam hal yang sama
Berpolitik. Namun beda dari segala konsepsi berada
Aku tak lihat bedanya. Lihatku pada semangatnya
Yang salah bukan berada di seninya
Dan seni tiada pernah salah

Sama membaur berada bersama diujung tombak
Sama merasa tiada rasa dari pangkal hinggah ujung lidah
Kita sama dalam tekat
Kita beda dalam haikat
Dan
Konsepsi

Temanku sekarang
Dan
Temanku dulu
Dan
Aku saya



09 April 2015


Menggenggam Tanganmu Kawan
Sejuta Orang Diriku Takkan Mampu jadi Seorang Kamu Kawan
(hak: anuttama)

Kisah belum usang tapi terbau angus dipenciuman
Kisah setahun lalu kita berangan bersama mengangan
Bercengkrama di warkop penuh tensi polotik
Banyak target kedepan buat kita menggelitik
Kesana kemari pun kita tetap mengangan
Mengonsep tuk indah yang jadi kenangan

Problema politik kampus kita siap bertarung bersama
Janji bersama mengarang cerita indah di bangku kuliah
Saling menggenggam tangan tuk majunya BEM dimendatang
Saling berpelukan tuk tangguhnya BEM dikeselanjutan

Proses jalan bersama kita makin terasa indah
Saling menutup kekurangan antara kita
Bersahabat kita memadu rasa
Rasa cinta kepada BEM kita bersama

Entah mengapa kini kau berubah
Mungkin ada padaku yang berubah
Aku merasa di kita ada yang beda
Kita tak lagi sama rasa
Kita tak lagi sama dalam asa
Aku tak tau harus berbuat apa
Aku tak tau harus bagaimana
Satu diriku takkan bisa jadi sejuta dirimu
Satu diriku takkan mampu setara denganmu

Kawan
Mengertilah
Ketahuilah
Aku masih sama
Membuka tangan dan merebah dada
Dan selalu berkata
“Kemarilah kawan. Aku disampingmu. Berseru atas nama dirimu. Penyemangatmu. Kemarilah
kawan. Kemarilah. Dekapku tenangkanmu”
rebah dada dan kan berubah jadi pelukan
Hangat padamu

04 April 2015









Posisi Hati Saat ini
(hak: anuttama)

Ruwet
Ruwet
Ruwet
Ruwet
Ruwet
Ruwet
Ruwet
Ruwet
Ruwet
Ruwet
Ruwet
Ruwet
Ruwet
Ruwet
Ruwet
Ruwet
Ruwet
Ruwet
mbulet
mbulet
mbulet
mbulet
mbulet
mbulet
mbulet
mbulet
mbulet
mbulet
stres
stres
stres
stres
stres
stres
stres
stres
stres
stres
stres
stres


04 April 2015